Februari 2014

Ancaman deforestasi dan degradasi di Tesso Nilo

Kawasan Tesso Nilo merupakan blok hutan dataran rendah tersisa di Sumatera. Kawasan ini juga mewakili salah satu ekosistem hutan yang kaya dengan keragaman hayati di bumi. Karena keunikan lokasinya dimana terletak antara dataran rendah dan dataran tinggi, hutan Tesso Nilo menyimpan kekayaan flora dan fauna. Dari sejumlah 218 spesies tumbuhan yang diidentifikasi pada kawasan 2000 […]

Ancaman deforestasi dan degradasi di Tesso Nilo Read More »

Politik Menarik Suara dengan Rencana Membelah TNKS

Press release Akar Network Jalan evakuasi membelah kawasan TNKS akan menjadi sumber bencana Rencana pembangunan jalan baru  akan membelah atau memotong kawasan TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) telah telah menuai protes dan penolakan dari berbagai kalangan, lembaga peduli lingkungan, pencinta alam, lembaga adat pengelola hutan adat dan kalangan akedemisi. Sebagaimana diketahui diinisiasi pengusulan jalan yang

Politik Menarik Suara dengan Rencana Membelah TNKS Read More »

Menhut Serukan Semua Pihak Selamatkan Badak Jawa-Sumatera

Kamis, 20 Feb 2014 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, menyerukan semua pihak agar ikut terlibat aktif dalam upaya penyelamatan badak Jawa dan badak Sumatera dari ancaman kepunahan. Karena populasi badak Jawa sekarang ini tersisa 50 ekor, sementara jumlah badak Sumatera kini tinggal 100 ekor. ”Penyelamatan badak Jawa dan badak Sumatera menuntut keterlibatan kita

Menhut Serukan Semua Pihak Selamatkan Badak Jawa-Sumatera Read More »

Secula Dua Cula? Dubes Blake Ajak Mahasiswa Lestarikan Badak

20 Februari 2014 Secula Dua Cula? Dubes Blake Ajak Mahasiswa Lestarikan Badak Pada 19 Februari, dua hari setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) tentang Pelestarian Margasatwa dan Pencegahan Perdagangan Ilegal Satwa Liar, Dubes Blake dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan tampil dalam acara pertama mereka bersama untuk meningkatkan kesadaran publik di

Secula Dua Cula? Dubes Blake Ajak Mahasiswa Lestarikan Badak Read More »

Memantau Keberadaan Sang Harimau di Bukit Tigapuluh

Pada triwulan ketiga pelaksanaan kegiatan survey dan monitoring harimau yang dilakukan PKHS dengan dukungan dari TFCA-Sumatera berhasil menemukan data keberadaan harimau  di sekitar Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).  Tetapi bukan hanya populasi harimau yang terpantau, hewan lain pun berhasil terpantau dan dicatat oleh anggota tim.  Metode yang digunakan adalah dengan memasang  20-30 unit  yang

Memantau Keberadaan Sang Harimau di Bukit Tigapuluh Read More »

Cerita Perjumpaan dengan Harimau di sekitar TN Bukit Tigapuluh

Selama kurun waktu Agustus – Oktober 2012, tim PKHS dengan dukungan dari TFCA-Sumatera melakukan kegiatan identifikasi keberadaan harimau di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Metode yang digunakan antara lain adalah melakukan pelacakan tanda-tanda keberadaan harimau baik dengan melihat langsung maupun dengan menggunakan camera trap. Wawancara juga dilakukan pada masyarakat lokal untuk mengetahui keberadaan harimau di

Cerita Perjumpaan dengan Harimau di sekitar TN Bukit Tigapuluh Read More »

Lewat Hutan Adat Mempertahankan Keberadaan Kawasan TNKS

Bentang alam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) merupakan kawasan hutan tropis penting dunia yang  berada di rangkaian pegunungan Bukit Barisan Selatan di bagian Sumatera Bagian Tengah.   Kawasan TNKS menjadi habitat bagi sejumlah populasi satwa langka seperti Harimau Sumatera, Gajah Sumatera,  Kijang Sumatera (yang baru diketahui 2007) dan lebih dari 372 jenis burung termasuk jenis-jenis burung

Lewat Hutan Adat Mempertahankan Keberadaan Kawasan TNKS Read More »

Menarik Garis Menata Batas: Membangun Sistem Kepemilikan Lahan Lewat Penataan Batas Kawasan di SM Rawa Singkil

Sejak ditunjuk sebagai kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil tahun 1997 dengan surat keputusan Menteri kehutanan No. 166/kpts-II/1997 Suaka Margasatwa rawa Singkil belum pernah dilakukan penataan batasnya secara menyeluruh. Pada tahun 2002 Yayasan Leuser Internasional (YLI) dengan program Unit Management  Leuser (UML) telah memfasilitasi pemasangan tanda batas kawasan SM-RS bekerjasama dengan BKSDA Aceh sepanjang 70 km,

Menarik Garis Menata Batas: Membangun Sistem Kepemilikan Lahan Lewat Penataan Batas Kawasan di SM Rawa Singkil Read More »

Menyelamatkan Suaka Margasatwa Rawa Singkil dari Kerusakan

Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa dan kawasan ini juga mendukung keanekaragaman spesies primata yang endemis dan tercatat memiliki kepadatan tertinggi di dunia dari populasi orangutan yang terancam, serta terdapat pula populasi harimau dan gajah didalamnya.  Saat ini KEL rawan terhadap deforestasi dan kerusakan habitat yang disebabkan oleh beberapa

Menyelamatkan Suaka Margasatwa Rawa Singkil dari Kerusakan Read More »

Resort Sebagai Ujung Tombak Pengelolaan Taman Nasional

Sebagai unit pemangkuan kawasan konservasi terkecil, resort merupakan ujung tombak pengelolaan kawasan konservasi. Petugas resort adalah petugas yang sehari-hari berinteraksi secara langsung dengan kawasan konservasi, dengan masyarakat yang tinggal di sekitarnya, dan dengan persoalan-persoalan real kawasan. Di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang berencana menerapkan secara konsisten sistem pengelolaan berbasis resort, kinerja resort-resort masih harus

Resort Sebagai Ujung Tombak Pengelolaan Taman Nasional Read More »

Scroll to Top