Kebijakan dan Penguatan Kelembagaan
0

Dokumen Dukungan Penyusunan Kebijakan

Konservasi Kawanan
0

Koridor Satwa Liar

Perlindungan Spesies
0

Fasilitas SRS Badak

Sosial Ekonomi
0

Unit Stube Lebah Madu

Melindungi Hutan Tropis, Menyelamatkan Spesies Kritis, dan Memberdayakan Komunitas Penjaga Hutan

Mitra

Aktif

0

Total

0
Pendanaan

Komitmen

0 M

Disalurkan

0 M

13 Kawasan Prioritas

Berikut kawasan prioritas program TFCA-Sumatera yang meliputi kawasan konservasi, kawasan penyangga dan koridor yang menghubungkan kawasan perlindungan penting:

Sumatra
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Hutan Seulawah - Ulu Masen
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
DAS Toba Barat
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Hutan Dataran Rendah Angkola
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Kawasan Hutan Batang Toru
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Taman Nasional Batang Gadis
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Taman Nasional Siberut dan Kepulauan Mentawai
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Ekosistem Kerinci Seblat
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Taman Nasional Tesso Nilo
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Kawasan Berbak-Sembilang
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Semenanjung Kampar-Siak-Senepis
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna
Taman Nasional Way Kambas
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisi cing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut abore et dolore magna

Panduan Program TFCA-Sumatera

Kami mencari mitra yang berkomitmen pada aksi berbasis bukti, akuntabilitas tinggi, dan dampak yang terukur.

Kebijakan

Kebijakan dan tatakelola pemerintahan yang kurang tepat akan berpotensi menambah permasalahan di tingkat bentang alam. Oleh karena itu, tumpang tindih kebijakan dan kelemahan kelembagaan, termasuk kurangnya keterlibatan pemerintah lokal dan perusahaan dalam aksi konservasi adalah isu di dalam kerangka kelembagaan dan kebijakan merupakan isu yang perlu diproritaskan oleh TFCA-Sumatera. Kebijakan yang tumpang tindih serta kelemahan dalam organisasi, termasuk kurangnya keterlibatan pemerintah daerah dan sektor swasta dalam langkah-langkah konservasi adalah beberapa hal yang perlu ditangani oleh TFCA- Sumatera. Persoalan-persoalan ini terdapat pada semua level pemerintahan, mulai dari level nasional sampai ke level paling bawah, seperti di tingkat desa. Pembuatan batas kawasan lindung, perencanaan manajemen kawasan lindung, dan penataan ruang yang ekologis dalam level lokal (kabupaten dan desa) adalah beberapa isu yang paling penng dari segi kebijakan dan kelembagaan.

Lanskap

Konservasi dan perlindungan bentang alam merupakan isu sentral dalam konservasi karena menjadi tempat bagi sekaligus terdampak oleh akvitas manusia. Pulau Sumatra mengalami deforestasi besar-besaran, degradasi hutan dari akvitas manusia berupa penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan. Perlindungan dan konservasi bentang alam merupakan isu utama konservasi, karena semua masalah mempunyai implikasi pada bentang alam. Di sinilah di mana kegiatan manusia berlangsung dan dampaknya terjadi. Tingkat penggundulan hutan, degradasi hutan, dan penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan di Sumatera sangatlah tinggi. Penyebab penggundulan hutan antara lain adalah konversi lahan, pendudukan lahan, dan penambangan ilegal. Kebijakan dan pengaturan yang tidak sesuai juga telah menyebabkan masalah-masalah pada alam. Ini mengakibatkan kerusakan habitat dan keanekaragaman hayati yang besar, dan lahan-lahan yang sangat tidak produktif. Beberapa kegiatan yang penting untuk dilakukan antara lain adalah merestorasi kawasan hutan yang kritis, perlindungan hutan melalui kegiatan patroli, dan peningkatan efekfitas manajemen hutan melalui implementasi teknik-teknik manajemen yang baik dan manajemen kawasan lindung berbasis resor.

Spesies

Menurunnya populasi sebagian besar spesies disebabkan oleh kegiatan jual-beli (termasuk perburuan illegal) dan berkurangnya habitat. Perdagangan ilegal dan kejahatan terhadap hidupan liar juga diindikasikan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap penurunan populasi. Karena itu, isu-isu ini sangat berhubungan dengan masalah degradasi bentang alam. Berkurangnya habitat dan fragementasi kawasan juga menyebabkan konflik antara manusia dan satwa liar, terutama untuk mamalia berukuran besar seperti gajah, orangutan, dan harimau. Ditambah lagi, belum ada data yang akurat mengenai jumlah populasi dan distribusinya. Perdagangan illegal dan kejahatan terhadap satwa liar juga menyebabkan berkurangnya populasi. Maka, langkah yang harus diprioritaskan untuk menangani isu yang berkaitan dengan hidupan liar antara lain adalah perlindungan populasi dan habitat, pengumpulan data yang akurat, dan pemberian dukungan kepada penegak hukum untuk mengurangi kejahatan terhadap satwa liar.

Masyarakat

Keberhasilan konservasi di Sumatra sangat bergantung kepada keterlibatan masyarakat lokal. Kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan seringkali dituding sebagai faktor yang mendorong degradasi hutan dan perburuan liar. Akvitas intervensi pada level masyarakat ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dengan cara mengembangkan potensi ekonomi lokal, seperti Hasil Hutan Non-Kayu (HHNK), pertanian organik, penyediaan jasa lingkungan, dan perlindungan keanekaragaman hayati. Ini adalah bagian penting dari upaya-upaya konservasi di mana masyarakat lokal harus memainkan peran penting dalam konservasi. Pengalaman telah mengajarkan bahwa tanpa keterlibatan yang cukup dari masyarakat lokal, upaya-upaya konservasi tidak akan bisa berhasil.

Update Langsung dari Hutan Tropis Sumatra

Ikuti perkembangan terbaru aksi konservasi, pengumuman hibah, dan pencapaian di lapangan dari TFCA-Sumatera dan mitra pelindung hutan.

Kisah-Kisah Nyata Tentang Harapan dan Keberanian

Air yang Datang dari Hutan yang Hilang
Tak Terlihat, Tak Terdengar: Nasib Satwa Kunci Sumatera di Tengah Banjir Besar
Banjir Sumatera dan Nasib Satwa Kunci yang Kian Terdesak
Saat Penyangkalan Deforestasi Menagih Konsekuensinya

Perubahan besar dimulai dari cerita kecil. Selami kisah inspiratif dari para penerima hibah, peneliti, dan komunitas yang setiap hari berjuang menjaga keindahan Sumatra.

Telusuri Publikasi Kami

Akses Laporan Audit Keuangan, Laporan Tahunan, dan Publikasi Ilmiah kami untuk memverifikasi dampak konservasi hutan tropis yang kami klaim, semuanya terbuka untuk publik.

Bersama Lebih Kuat

Konservasi hutan tropis membutuhkan kolaborasi lintas sektor. TFCA-Sumatera bekerja bersama pemerintah, organisasi konservasi internasional, lembaga riset, dan komunitas lokal untuk menciptakan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan.

Scroll to Top