Oktober 2016

Mendesak Implementasi Perhutanan Sosial Tingkat Daerah

SIARAN PERS Mendesak Implementasi Perhutanan Sosial Tingkat Daerah Tanggamus, Lampung – Forum Komunikasi Perhutanan Sosial (FKPS) Mitra TFCA-Sumatera meminta Menteri LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) desak pemerintah provinsi untuk mempercepat implementasi Perhutanan Sosial. Melalui forum tersebut, masyarakat berharap agar proses perijinan Perhutanan Sosial (PS) dapat segera diselesaikan. “Pengelolaan perhutanan sosial kini berada di bawah otoritas […]

Mendesak Implementasi Perhutanan Sosial Tingkat Daerah Read More »

Mitigasi Konflik Gajah-Manusia di Areal Sawit dan Karet Kawasan Bukit 30

Dalam survey populasi gajah sumatera yang dilakukan Alexander Mobrucker pada 2011, terdapat dua sub-kelompok gajah yang berada di lanskap Bukit Tigapuluh. Yakni kelompok Sumay dan kelompok Jambi-Riau. Dalam survey yang menggunakan metode DNA tersebut diketahui bahwa dua kelompok gajah tersebut memiliki ikatan kekeluargaan pada masa lampau. Namun, hubungan kekerabatan tersebut semakin kecil karena fragmentasi habitat

Mitigasi Konflik Gajah-Manusia di Areal Sawit dan Karet Kawasan Bukit 30 Read More »

Kerjasama Masyarakat – Polres Tebo Mengamankan Kejahatan terhadap Satwa Liar

Dalam upaya penegakan hukum, Polres Tebo secara gemilang berhasil mengungkap kasus kematian satu ekor gajah jantan dewasa pada medio Februari 2016 dengan motif perdagangan gading hanya dalam tempo dua bulan. Pengungkapan kasus pembunuhan gajah oleh lembaga penegak hukum menjadi prestasi penting mengingat minimnya pengungkapan kasus kematian gajah sumatera walaupun secara nasional tingkat kematiannya sangat tinggi.

Kerjasama Masyarakat – Polres Tebo Mengamankan Kejahatan terhadap Satwa Liar Read More »

Keragaman Spesies Ekosistem Berbak

Oleh : Konsorsium Wahana Bumi Hijau Bentang Alam Ekosistem Berbak (BAEB) merupakan bagian bentang aluvial alami yang luas di Sumatera bagian Timur dengan ketinggian tempat berkisar 0 sampai 20 meter diatas permukaan laut. Daerah ini seluruhnya datar yang dibelah oleh sejumlah tanggul-miring dan sungai berkelok-kelok yang mengalir ke arah timur laut menuju pantai. Sepanjang pantai

Keragaman Spesies Ekosistem Berbak Read More »

Menyelamatkan Berbak sebagai Bentang Alam Konservasi Harimau

Analisis kesenjangan keterwakilan ekologis dan kegiatan pengelolaan kawasan konservasi di TN. Berbak menunjukan, bahwa banyak kawasan hutan gambut alamiah sebagai habitat harimau Sumatera di luar TN. Berbak belum terkelola dengan baik, sehingga penyelamatan populasi harimau Sumatera belum mengacu pada model ‘Bentang Alam Konservasi Harimau’ sebagaimana diamanahkan dalam Peraturan Kehutanan Nomor: P.42/Menhut-II/2007 tentang Strategi dan Rencana

Menyelamatkan Berbak sebagai Bentang Alam Konservasi Harimau Read More »

Patroli Masyarakat, Menjaga Asa Tesso Nilo

“Sebagai orangtua, saya merasa sedih. Anak-anak sekarang tak lagi kenal buah Tampui, minyak Seminai, kayu kulin dan lain-lainnya. Padahal, itu sangat berguna sebagai sumber makanan, kesehatan, dan semua aspek kehidupan. Kalau dulu, 40 tahun silam, mudah kita temui kayu-kayu ukuran diameter 30 – 100 cm, bahkan 200 cm, Semua tumbuh alami. Kehidupan kita bersama hutan.

Patroli Masyarakat, Menjaga Asa Tesso Nilo Read More »

Pembelajaran Adopsi Model Pertanian Sehat oleh Petani Jangkat

Dari daerah Jangkat yang merupakan kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat di Kabupaten Merangin, Yayasan Mitra Aksi  yang merupakan mitra TFCA-Sumatera dari siklus Hibah V mengenalkan pada petani model-model pertanian sehat, ramah lingkungan dan rendah biaya. Hingga  saat ini proses tersebut masih berjalan.  Keberhasilan program cukup tinggi ditandai dengan makin banyak dan antusiasnya petani setempat

Pembelajaran Adopsi Model Pertanian Sehat oleh Petani Jangkat Read More »

Mengatasi Konflik di Taman Nasional Batang Gadis

Pembukaan hutan alam TNBG untuk kegiatan eksplorasi akan mengakibatkan pembukaan kanopi hutan sehingga akan terjadi fragmentasi habitat dan mengurangi keragaman habitat alamiah dalam bentuk “pulau-pulau hutan”. Fragmentasi hutan merupakan hal penentu dalam menentukan laju pemusnahan jenis. Karena fragmentasi akan menyebabkan terisolasinya suatu spesies akibat terputusnya hubungan antar populasi jenis, terhambatnya proses kolonisasi, penyebaran dan penjelajahan.

Mengatasi Konflik di Taman Nasional Batang Gadis Read More »

Diambang kepunahan: Menata Langkah Bersama Melestarikan Badak Sumatera

Indonesia merupakan habitat dua dari lima spesies badak yang ada di dunia yaitu badak jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Populasi badak jawa berada di Taman Nasional Ujung Kulon. Sementara, populasi alami badak sumatera tersebar di beberapa kantong yang terpisah, di hutan Sumatera dan Kalimantan. Keberadaan dan kelangsungan kehidupan dua jenis badak  ini

Diambang kepunahan: Menata Langkah Bersama Melestarikan Badak Sumatera Read More »

Scroll to Top