imajiner

Keragaman Spesies Ekosistem Berbak

Oleh : Konsorsium Wahana Bumi Hijau Bentang Alam Ekosistem Berbak (BAEB) merupakan bagian bentang aluvial alami yang luas di Sumatera bagian Timur dengan ketinggian tempat berkisar 0 sampai 20 meter diatas permukaan laut. Daerah ini seluruhnya datar yang dibelah oleh sejumlah tanggul-miring dan sungai berkelok-kelok yang mengalir ke arah timur laut menuju pantai. Sepanjang pantai […]

Keragaman Spesies Ekosistem Berbak Read More »

Menyelamatkan Berbak sebagai Bentang Alam Konservasi Harimau

Analisis kesenjangan keterwakilan ekologis dan kegiatan pengelolaan kawasan konservasi di TN. Berbak menunjukan, bahwa banyak kawasan hutan gambut alamiah sebagai habitat harimau Sumatera di luar TN. Berbak belum terkelola dengan baik, sehingga penyelamatan populasi harimau Sumatera belum mengacu pada model ‘Bentang Alam Konservasi Harimau’ sebagaimana diamanahkan dalam Peraturan Kehutanan Nomor: P.42/Menhut-II/2007 tentang Strategi dan Rencana

Menyelamatkan Berbak sebagai Bentang Alam Konservasi Harimau Read More »

Patroli Masyarakat, Menjaga Asa Tesso Nilo

“Sebagai orangtua, saya merasa sedih. Anak-anak sekarang tak lagi kenal buah Tampui, minyak Seminai, kayu kulin dan lain-lainnya. Padahal, itu sangat berguna sebagai sumber makanan, kesehatan, dan semua aspek kehidupan. Kalau dulu, 40 tahun silam, mudah kita temui kayu-kayu ukuran diameter 30 – 100 cm, bahkan 200 cm, Semua tumbuh alami. Kehidupan kita bersama hutan.

Patroli Masyarakat, Menjaga Asa Tesso Nilo Read More »

Pembelajaran Adopsi Model Pertanian Sehat oleh Petani Jangkat

Dari daerah Jangkat yang merupakan kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat di Kabupaten Merangin, Yayasan Mitra Aksi  yang merupakan mitra TFCA-Sumatera dari siklus Hibah V mengenalkan pada petani model-model pertanian sehat, ramah lingkungan dan rendah biaya. Hingga  saat ini proses tersebut masih berjalan.  Keberhasilan program cukup tinggi ditandai dengan makin banyak dan antusiasnya petani setempat

Pembelajaran Adopsi Model Pertanian Sehat oleh Petani Jangkat Read More »

Mengatasi Konflik di Taman Nasional Batang Gadis

Pembukaan hutan alam TNBG untuk kegiatan eksplorasi akan mengakibatkan pembukaan kanopi hutan sehingga akan terjadi fragmentasi habitat dan mengurangi keragaman habitat alamiah dalam bentuk “pulau-pulau hutan”. Fragmentasi hutan merupakan hal penentu dalam menentukan laju pemusnahan jenis. Karena fragmentasi akan menyebabkan terisolasinya suatu spesies akibat terputusnya hubungan antar populasi jenis, terhambatnya proses kolonisasi, penyebaran dan penjelajahan.

Mengatasi Konflik di Taman Nasional Batang Gadis Read More »

Diambang kepunahan: Menata Langkah Bersama Melestarikan Badak Sumatera

Indonesia merupakan habitat dua dari lima spesies badak yang ada di dunia yaitu badak jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Populasi badak jawa berada di Taman Nasional Ujung Kulon. Sementara, populasi alami badak sumatera tersebar di beberapa kantong yang terpisah, di hutan Sumatera dan Kalimantan. Keberadaan dan kelangsungan kehidupan dua jenis badak  ini

Diambang kepunahan: Menata Langkah Bersama Melestarikan Badak Sumatera Read More »

Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Kopi Sipirok

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) bekerjasama dengan PT Twind Niaga Hutama dan Petra, menandatangani suatu nota kesepahaman (MoU) untuk pembinaan petani kopi  di desa Sialaman, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Mou yang disepakati ini berencana meningkatkan kualitas kopi sekaligus menggenjot produksi kopi dua kali lipat. Target yang dipasang pun tinggi.  “Kami berharap dapat menghasilkan biji kopi

Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Kopi Sipirok Read More »

Gapoktan HKm Beringin Jaya Tanggamus Raih Penghargaan Model HKM Tingkat Nasional

Berita gembira datang dari Manggala Wanabhakti, kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta. Kementrian memberikan penghargaan pada Gapoktan HKm Beringin Jaya dari Kabupaten Tanggamus, Lampung  sebagai pemegang peringkat pertama  lomba Wana Lestari pada kategori Kelompok Masyarakat Pemegang Ijin Hutan Kemasyarakatan tahun 2016 . Konsorsium Kotaagung Utara (Korut) melihat skema HKm sebagai salah satu alternatif

Gapoktan HKm Beringin Jaya Tanggamus Raih Penghargaan Model HKM Tingkat Nasional Read More »

Membunuh Gajah Membela Mata Pencaharian

Konflik Gajah Sumatera dengan manusia yang terjadi di kurun 2015-2016  tersebar paling tidak di 11 Kabupaten/Kota (Kabupaten Aceh Timur, Aceh Barat, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Bireuen, Aceh Selatan, Nagan Raya, Bener Meriah, Pidie, Aceh Utara dan Subussalam) dari 23 kabupaten di Aceh.  Konflik (yang biasanya berakhir dengan terbunuhnya Gajah-gajah Sumatera) ini dipicu oleh maraknya perburuan

Membunuh Gajah Membela Mata Pencaharian Read More »

Aturan Konservasi dalam Konteks Aceh

Oleh: Lembaga Suar Galang Keadilan Pelaksanaan penegakan hukum yang konsisten adalah semata melaksanakan amanat peraturan dan perundang-undangan. Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE) memandatkan untuk melestarikan SDAHE untuk mendukung kesejahteraan dan meningkatkan mutu kehidupan manusia, melalui perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keragaman jenis flora dan fauna

Aturan Konservasi dalam Konteks Aceh Read More »

Scroll to Top