imajiner

Menyelamatkan Suaka Margasatwa Rawa Singkil dari Kerusakan

Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa dan kawasan ini juga mendukung keanekaragaman spesies primata yang endemis dan tercatat memiliki kepadatan tertinggi di dunia dari populasi orangutan yang terancam, serta terdapat pula populasi harimau dan gajah didalamnya.  Saat ini KEL rawan terhadap deforestasi dan kerusakan habitat yang disebabkan oleh beberapa […]

Menyelamatkan Suaka Margasatwa Rawa Singkil dari Kerusakan Read More »

Resort Sebagai Ujung Tombak Pengelolaan Taman Nasional

Sebagai unit pemangkuan kawasan konservasi terkecil, resort merupakan ujung tombak pengelolaan kawasan konservasi. Petugas resort adalah petugas yang sehari-hari berinteraksi secara langsung dengan kawasan konservasi, dengan masyarakat yang tinggal di sekitarnya, dan dengan persoalan-persoalan real kawasan. Di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang berencana menerapkan secara konsisten sistem pengelolaan berbasis resort, kinerja resort-resort masih harus

Resort Sebagai Ujung Tombak Pengelolaan Taman Nasional Read More »

Restorasi dan Rehabilitasi Taman Nasional Gunung Leuser

Konsorsium Orang Utan Information Center (OIC) telah memproduksi Peta Koridor Konektivitas disertai rekomendasi pengelolaan dan Peta Rencana Lokasi Restorasi.  Peta koridor konektivitas ini akan berfungsi sebagai bahan informasi dan pertimbangan bagi pengelolaan (perlindungan dan pemulihan) kawasan, sedangkan peta rencana lokasi restorasi memuat daftar lokasi yang akan direstorasi. Berdasarkan hasil survey areal terdegradasi, kegiatan restorasi akan

Restorasi dan Rehabilitasi Taman Nasional Gunung Leuser Read More »

Merangkul Swasta untuk Konservasi

Pihak swasta sering diidentikkan sebagai pihak yang acapkali berseberangan dengan kelompok masyarakat terutama dalam kaitanya dengan pemanfaatan sumberdaya.  Konflik sering terjadi di antara kedua kubu ini karena kurangnya komunikasi dan pemahaman bersama mengenai kepentingan masing-masing pihak.  Padahal bila saling bersinergi, hubungan harmonis antara kedua kelompok ini dapat berperan besar dalam menjaga kelestarian alam untuk kepentingan

Merangkul Swasta untuk Konservasi Read More »

Mengatur Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa dengan Ranperdes

Kegiatan OIC yang didukung oleh TFCA-Sumatera juga telah menyelesaikan kegiatan Pelatihan Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) pada tanggal 7 – 8 November di Bukit Lawang yang dihadiri oleh 33 orang dari 8 desa. Pasca pelaksanaan pelatihan, Konsorsium OIC telah melakukan pendampingan terhadap proses penyusunan perdes di 4 (empat) desa, yaitu Desa Telagah, Desa Timbang Lawan, Desa

Mengatur Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa dengan Ranperdes Read More »

Menyusun Rencana Pengelolaan untuk TWA Deleng Lancuk, Lau Debuk Debuk dan Tahura Bukit Barisan

Didasarkan atas semangat untuk melindungi kawasan Ekosistem Leuser di kawasan Karo dan Langkat yang sudah mulai kritis, Konsorsium Orang Utan Information Center berinisiatif untuk berkontribusi dengan menyusun Rencana Pengelolaan (RP) untuk kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Deleng Lancuk, TWA Lau Debuk Debuk dan Tahura Bukit Barisan. Upaya ini dimulai dengan terlebih dahulu melakukan pendekatan kepada

Menyusun Rencana Pengelolaan untuk TWA Deleng Lancuk, Lau Debuk Debuk dan Tahura Bukit Barisan Read More »

Rehabilitasi Harangan: Dari Masyarakat untuk Masyarakat

Hutan Harangan merupakan  hutan larangan yang dikelola oleh masyarakat dengan kepemilikan yang dapat bersifat komunal  atau pribadi yang biasanya didapat dari pewarisan.  Bagi masyarakat Sumatera Utara sendiri sebenarnya Harangan berasal dari istilah  Horja Harangan, yaitu sebuah kegiatan masyarakat Simalungun yang didalamnya terdapat tortor yang menggambarkan kerja besar yang dilakukan dalam bertani mulai dari membuka hutan

Rehabilitasi Harangan: Dari Masyarakat untuk Masyarakat Read More »

Membangun Kesepakatan para pihak untuk melindungi Semenanjung Kampar

Sebelum membangun kesepakatan untuk perlindungan dan pengelolaan semenanjung Kampar, Jikalahari telah melakukan identifikasi analisis pemetaan parapihak disemenanjung Kampar dan pertemuan serial di tingkat desa (13 desa), kabupaten, dan provinsi termasuk pertemuan dengan pihak swasta yang berada di semenanjung Kampar. Dari pemetaan parapihak yang dilakukan, bahwa dominan konsesi di Semenanjung Kampar dikuasai oleh PT RAPP dan

Membangun Kesepakatan para pihak untuk melindungi Semenanjung Kampar Read More »

Pengelolaan Pertanian oleh Kelompok Perempuan

Disadari bahwa kelompok perempuan mempunyai potensi yang besar dalam menggerakkan kegiatan pertanian di pedesaan.  Namun seringkali  peranan perempuan dikesampingkan karena dianggap tidak memiliki kapasitas yang memadai.  Namun posisi kelompok perempuan yang cenderung termarjinalkan  ini diangkat oleh konsorsium Jikalahari  dengan memfasilitasi  kelompok perempuan untuk berperan dalam proses pembangunan pertanian. Proses fasilitasi didahului oleh analisis kelompok-kelompok perempuan

Pengelolaan Pertanian oleh Kelompok Perempuan Read More »

Scroll to Top