program hibah

Siklus Pendanaan Hibah

Siklus Hibah TFCA-Sumatera merupakan  suatu proses sistematis dan berkelanjutan dalam pengelolaan pendanaan hibah, mulai dari perencanaan hingga pelaporan akhir, yang dirancang untuk memastikan efektivitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan program konservasi.

Masa Pengajuan Hibah

TFCA-Sumatera memiliki 2 jalur permohonan pendanaan proposal, yaitu:

Skema Siklus Hibah (On-cycle)

TFCA-Sumatera membuka kesempatan pendanaan secara regular melalui mekanisme yang disebut Skema Siklus Hibah. Melalui mekanisme ini, TFCA-Sumatera menentukan prioritas bentang alam dan kegiatan konservasi yang akan didorong untuk dijalankan oleh Konsorsium. Durasi program untuk skema ini sekurangnya 2-3 tahun. Besaran pendanaan yang disediakan berjumlah kurang lebih Rp. 5 miliar untuk 3 tahun.
 
TFCA-Sumatera mengumumkan pembukaan Skema Siklus Hibah regular melalui website TFCA-Sumatera (www.tfcasumatera.org)  jaringan mitra, milis, surat langsung, maupun media komunikasi lainnya.  Pembukaan Siklus Hibah dijadwalkan setiap pertengahan tahun.  Namun demikian Administrator dapat mengubah jadwal pembukaan siklus hibah sewaktu-waktu yang akan diumumkan lewat berbagai media yang memungkinkan.

Skema luar siklus hibah (off-cycle)

Pengajuan proposal melalui skema off-cycle bisa dilakukan setiap saat di luar tata waktu Siklus Hibah reguler. Proposal yang diajukan lebih diprioritaskan pada intervensi konservasi yang bersifat mendesak dan penting untuk segera dilaksanakan. Pengaju proposal program bisa merupakan satu lembaga atau pun konsorsium. Besaran dana yang dapat diajukan melalui skema ini antara Rp. 100 juta hingga 1 milyar untuk program dengan durasi maksimum hingga 2 tahun (disesuaikan dengan program yang dilaksanakan).

Pendanaan Transparan untuk Konservasi Berkelanjutan

Kami menyediakan pendanaan jangka panjang untuk organisasi, komunitas, dan peneliti yang siap melindungi spesies terancam punah dan habitat hutan tropis Sumatra.

0

Siklus Hibah

Sampai dengan akhir 2025

Siklus Hibah I

Tema:

Bentang alam (lansekap)

Tujuan:

  • Efektivitas pengelolaan hutan Sumatra yang berkelanjutan, pemanfaatan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
  • Konservasi satwa kunci (flagship species) Sumatra seperti Gajah, Orangutan, Harimau dan Badak, termasuk menjalin dan atau memelihara keterhubungan habitat-habitat kritis untuk menjamin populasi minimum yang viable
  • Menurunnya laju deforestasi di bentang alam prioritas

Tanggal Penutupan proposal

10 Juli 2010

Jumlah Mitra

5 Mitra

Bentang Alam Prioritas

  1. Bentang alam Kerumutan-Semenanjung Kampar-Senepis; 
  2. Bentang alam Batang Toru;
  3. Bentang alam Batang Gadis; 
  4. Bentang alam Taman Nasional  Kerinci Seblat dan sekitarnya; dan 
  5. Bentang alam kawasan Ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser.

Siklus Hibah II

Tema:

Bentang alam (lansekap)

Tujuan:

  • Efektivitas pengelolaan hutan Sumatra yang berkelanjutan (minimum 1 juta ha pada tahun 2015,  yang memadukan  perlindungan dan pelestarian serta pemanfaatan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat lokal
  • Meningkatnya peran serta masyarakat dalam konservasi jenis satwa liar kunci Sumatra seperti Gajah, Orangutan, Harimau dan Badak, termasuk menjalin dan atau memelihara keterhubungan antar habitat kritis untuk menjamin terjaganya tingkat populasi minimum yang dapat berkembang biak secara normal
  • Berdayanya masyarakat untuk mendukung turunnya laju deforestasi dan kerusakan ekosistem sebesar minimum 26%, di bentang alam yang diprioritaskan

Tanggal Penutupan proposal

31 Mei 2011

Jumlah Mitra

7 Mitra

Bentang Alam Prioritas

  1. Bentang alam Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
  2. Bentang alam Taman Nasional Siberut dan Kepulauan Mentawai
  3. Bentang alam Taman Nasional Tesso Nilo dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (termasuk Taman Nasional Bukit Dua Belas)
  4. Bentang alam Taman Nasional Kerinci Seblat
  5. Bentang alam Kawasan Ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser.

Siklus Hibah III

Tema:

Bentang alam (lansekap)

Tujuan:

  • Efektivitas pengelolaan hutan Sumatra yang berkelanjutan (minimum 1 juta ha pada tahun 2015),  yang memadukan perlindungan dan pelestarian serta pemanfaatan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat lokal
  • Meningkatnya peran serta masyarakat dalam konservasi jenis satwa liar kunci Sumatra seperti Gajah, Orangutan, Harimau dan Badak, termasuk menjalin dan atau memelihara keterhubungan antar habitat kritis untuk menjamin terjaganya tingkat populasi minimum yang dapat berkembang biak secara normal
  • Berdayanya masyarakat untuk mendukung turunnya laju deforestasi dan kerusakan ekosistem sebesar minimum 26%, di bentang alam yang diprioritaskan

Tanggal Penutupan proposal

12 April 2012

Jumlah Mitra

5 Mitra

Bentang Alam Prioritas

  1. Bentang alam Taman Nasional Batang Gadis 
  2. Bentang alam Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
  3. Bentang alam Taman Nasional Sembilang dan Taman Nasional Berbak 
  4. Bentang alam Taman Nasional Way Kambas.

Siklus Hibah IV

Tema:

Bentang alam (lansekap)

Tujuan:

  • Efektivitas pengelolaan hutan Sumatra yang berkelanjutan (minimum 1 juta ha pada tahun 2015),  yang memadukan perlindungan dan pelestarian serta pemanfaatan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat lokal
  • Meningkatnya peran serta masyarakat dalam konservasi jenis satwa liar kunci Sumatra seperti Gajah, Orangutan, Harimau dan Badak, termasuk menjalin dan atau memelihara keterhubungan antar habitat kritis untuk menjamin terjaganya tingkat populasi minimum yang dapat berkembang biak secara normal
  • Berdayanya masyarakat untuk mendukung turunnya laju deforestasi dan kerusakan ekosistem sebesar minimum 26%, di bentang alam yang diprioritaskan

Tanggal Penutupan proposal

18 Agustus 2018

Jumlah Mitra

5 Mitra

Bentang Alam Prioritas

  1. Seulawah Ulumasen
  2. Hutan Toba Barat
  3. Hutan Dataran Rendah Angkola
  4. Taman Nasional Batang Gadis
  5. Taman Nasional Siberut

Siklus Hibah V

Tema:

Bentang alam (lansekap)

Tujuan:

  • Efektivitas pengelolaan hutan Sumatra yang berkelanjutan (minimum 1 juta ha pada tahun 2015),  yang memadukan perlindungan dan pelestarian serta pemanfaatan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat lokal
  • Meningkatnya peran serta masyarakat dalam konservasi jenis satwa liar kunci Sumatra seperti Gajah, Orangutan, Harimau dan Badak, termasuk menjalin dan atau memelihara keterhubungan antar habitat kritis untuk menjamin terjaganya tingkat populasi minimum yang dapat berkembang biak secara normal
  • Berdayanya masyarakat untuk mendukung turunnya laju deforestasi dan kerusakan ekosistem sebesar minimum 26%, di bentang alam yang diprioritaskan

Tanggal Penutupan proposal

21 September 2014

Jumlah Mitra

9 Mitra

Bentang Alam Prioritas

  1. Taman Nasional Siberut
  2. Taman Nasional Berbak Sembilang

Siklus Hibah VI

Tema:

Spesies

Tujuan:

  • Memastikan viabilitas dan ketahanan populasi satwa flagship dalam jangka panjang, termasuk Badak Sumatra, Harimau Sumatra, Orangutan Sumatra, dan Gajah Sumatra
  • Meningkatkan kapasitas dan sumber daya untuk mendukung implementasi upaya-upaya konservasi spesies Satwa liar tersebut

Tanggal Penutupan proposal

30 November 2014

Jumlah Mitra

12 Mitra

Bentang Alam Prioritas

Prioritas Tinggi:

1. Kawasan Ekosistem Leuser
2. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
3. Taman Nasional Way Kambas

 

Prioritas Menengah:

1. Seulawah-Ulumasen
2. Batang Gadis – Batang Toru
3. Senepis – Kampar – Kerumutan
4. Taman Nasional Tesso Nilo,
5. Taman Nasional Kerinci Seblat
6. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

 

Prioritas Rendah:

1. Taman Nasional Berbak-Sembilang
2. Hutan Angkola
3. Hutan Toba Barat

 

Siklus Hibah VII

Tema:

Spesies

  • Pada Siklus hibah VII Pendanaan hanya ditujukan untuk konservasi Badak Sumatra di Aceh dan Lampung

Keterangan:

Tidak ada dokumen call for proposal

Tanggal Penutupan proposal

Juli 2020

Jumlah Mitra

2 Mitra

Bentang Alam Prioritas

  1. Kawasan Ekosistem Leuser
  2. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
  3. Taman Nasional Way Kambas

Siklus Hibah VIII

Tema:

Spesies

  • Pada Siklus hibah VIII fokus pendanaan ditujukan untuk mendukung implementasi Rencana Tindakan Mendesak (RTM) Konservasi Gajah Sumatra

Tujuan:

  • Perlindungan gajah di alam, penguatan aparat penegak hukum serta memerangi tindakan kejahatan terhadap gajah dan satwa liar lainnya
  • Memperkuat perlindungan kantong-kantong habitat gajah dari kegiatan perburuan dan penyebab kematian lainnya
  • Respon cepat, Mitigasi dan Adaptasi konflik manusia dan gajah secara efektif melalui optimalisasi pengelolaan barrier, serta mendorong praktik-praktik hidup berdampingan (ko-eksistensi) antara manusia dengan gajah dengan meniadakan kematian gajah dan kematian / kerugian pada manusia
  • Menghilangkan potensi ancaman yang secara langsung dapat membunuh individu gajah pada lokasi lokasi prioritas, seperti penggunaan pagar listrik dengan bertegangan tinggi, pemasangan jerat dan penggunaan racun

Tanggal Penutupan proposal

20 Maret 2016

Jumlah Mitra

11 Mitra

Bentang Alam Prioritas

  1. Kawasan Ekosistem Leuser
  2. Seulawah-Ulumasen
  3. Taman Nasional Tesso Nilo
  4. Senepis – Kampar – Kerumutan
  5. Taman Nasional Bukit Tigapuluh
  6. Taman Nasional Berbak – Sembilang
  7. Lanskap Seblat
  8. Suaka Margasatwa (SM) Gunung Raya dan SM Padang Sugihan
  9. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
  10. Taman Nasional Way Kambas

Siklus Hibah IX

Tema:

Spesies

Tujuan:

  • Menyediakan data dan informasi terkini tentang populasi dan habitat utamanya pada orangutan, harimau dan gajah, sebagai dasar ilmiah untuk pengelolaan populasi dan habitatnya
  • Menurunkan dan atau mengendalikan intensitas dan atau insiden konflik satwa-manusia (utamanya pada gajah dan harimau)
  • Menurunkan penyebab kematian (non-alami) satwa liar kunci dan terancam punah
  • Melakukan pengawasan potensi transmisi penyakit pada mangsa satwa yang berakibat terhadap penurunan viabilitas populasi satwa kunci, utamanya harimau
  • Menyediakan sarana dan teknologi yang memadai untuk meningkatkan potensi reproduksi yang menghasilkan anakan-anakan baru khususnya pada pada badak sumatra
  • Penguatan kebijakan di berbagai level
  • Meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam penanggulangan konflik dengan satwa yang berorientasi pada koeksistensi serta ketahanan sosial-ekonom

Tanggal Penutupan proposal

15 September 2021

Jumlah Mitra

21 Mitra

Bentang Alam Prioritas

  1. Kawasan Ekosistem Leuser
  2. Seulawah-Ulumasen
  3. Taman Nasional Batang Toru/Batang Gadis
  4. Taman Nasional Tesso Nilo
  5. Senepis – Kampar – Kerumutan
  6. Taman Nasional Bukit Tigapuluh
  7. Taman Nasional Berbak – Sembilang
  8. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
  9. Taman Nasional Way Kambas

Siklus Hibah X

Tema:

Sosial Ekonomi

Tujuan:

  • Membangun Bisnis Konservasi Inklusif, Profesional, dan Berkelanjutan

Tanggal Penutupan proposal

10 Mei 2022

Jumlah Mitra

Belum Ada Mitra Terpilih

Bentang Alam Prioritas

Wilayah Utara: Sumatra Utara dan Aceh 
  • Gayo
  • Sipirok, Batang Toru-Tapanuli Selatan
  • Ulu Pungkut – Mandailing Natal.
Wilayah Tengah: Jambi
  • Jangkat, Serampas – Merangin
  • Renah Pemetik, Sungai Penuh – Kerinci
Wilayah Selatan: Lampung – Bengkulu
  • Kabupaten Tanggamus
  • Rindu Hati – Kepahiang
  • Taman Nasional Way Kambas
  • Taman Nasional Siberut

Siklus Hibah XI

Tema:

Spesies

Tujuan:

  • Menurunkan dan atau mengendalikan intensitas dan atau insiden konflik satwa-manusia (utamanya pada gajah) di Aceh, Jambi, Sumatra Selatan dan Lampung.
  • Penguatan kebijakan di berbagai level
  • Menyediakan sarana dan teknologi yang memadai untuk konservasi spesies terancam punah (seperti Kamera jebak dan GPS) dan meningkatkan potensi reproduksi yang menghasilkan anakan baru khususnya pada pada badak Sumatra.

Tanggal Penutupan proposal

1 Agustus 2025

Jumlah Mitra

Belum Ada Mitra Terpilih

Bentang Alam Prioritas

  • Aceh: Hutan Warisan Ulu Masen/Seulawa, Ekosistem Leuser dan TN Gunung Leuser
  • Jambi: Taman Nasional Bukit Tigapuluh
  • Sumatra Selatan: Lanskap Padang Sugihan
  • Lampung: Taman Nasional Bukit Barisan Selatan; Taman Nasional Way Kambas

Off Cycle dan Small Grant

Tema:

Spesies, Lanskap, dan Sosial Ekonomi

Tujuan:

Tujuan pelaksanaan off cycle adalah untuk mendukung kegiatan konservasi yang belum terakomodir pada pelaksanaan siklus hibah

Tanggal Penutupan proposal

Tidak ada kalender khusus, mengikuti kebutuhan lanskap dan dilakukan di luar siklus hibah

Jumlah Mitra

Belum Ada Mitra Terpilih

Bentang Alam Prioritas

Bentang alam prioritas pada proyek off-cycle merupakan bagian dari Kawasan prioritas TFCA-Sumatra (13 site)

Scroll to Top